Social Icons

Pages

Selasa, 15 November 2011

PENGANTAR MINERALOGI


Mineralogi             :   Cabang cari ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, terutama tentang fisiknya, komposisi kimianya, bentuk dan sifat hablur, perubahan-perubahannya dan cara terjadinya.
Mineral                  :   Suatu padatan homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara alamiah oleh proses anorganik, mempunyai komposisi kimia dan pada batas-batas tertentu serta mempunyai susunan atom-atom yang teratur (umumnya mempunyai struktur kristal tertentu, yaitu bentuk-bentuk geometris beraturan.
Kristal                    :   Zat padat homogen yang terdiri dari ikatan-ikatan ion/atom dalam bentuk tiga dimensi dengan susunan (struktur dalam) yang tetap dan teratur (terdapat bentuk yang polyhedral).
Kristalografi          :   Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kristal, termasuk didalamnya hokum-hukum, bentuk luar, struktur dalam secara sistematis.

Perbedaan mineral dan kristal :
Mineral          :       - Terbentuk oleh proses alam
                                - Tidak selalu membentuk kristal
Kristal            :       - Dapat buatan manusia
                                - Tidak selalu membentuk mineral
Mineralogi adalah cabang dari GEOLOGI, karena mineral itu merupakan pembentuk batuan dari kerak bumi; demikian juga halnya dengan ilmu kimia erat hubungannya dengan mineralogy, karena mineral merupakan senyawa kimia.
                Untuk mengerti definis/batasan mineral dengan baik, maka penjelasan satu persatu berikut ini mungkin akan dapat menolong, kualifikasi terjadi di alam (secara alamiah) membedakannya dengan zat yang dibuat di laboratorium, misalnya permata (intan dll) tiruan.
Lebih lanjut dalam definisi tersebut dinyatakan bahwa mineral merupakan suatu zat padat homogen. Ini berarti bahwa mineral terdiri dari suatu zat padat (solid), yang secara fisika tidak dapat dibagi lagi menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana. Batasan padat juga berarti menyisihkan gas dan cairan. Sebagai contoh H2O : sebagai es dalam glasier dapat disebut sebagai mineral, tetapi air bukan mineral. Seperti halnya logam cair, air raksa, yang dijumpai dalam endapan merkuri tidak termasuk mineral.
Pengerian mineral mempunyai komposisi kimia tertentu menunjukkan bahwa mineral dapat dinyatakan dengan suatu rumus kimia yang spesifik. Disini dikatakan tertentu atau spesifik sebagai pengganti kata tetap, karena komposisi kimia mineral biasanya tidak tetap. Sebagai contoh mineral dolomit (CaMg(CO3)2 tidak selalu murni Ca-Mg, umumnya mengandung juga unsur lain, seperti Fe dan Mn bersama Mg. Karena jumlah unsur asing tersebut bervariasi, maka dolomit merupakan kisaran dengan batas tertentu, karena itu dikatakan tidak tetap komposisinya.
Suatu susunan atom yang teratur menunjukkan jaringan struktur dalam dari atom (ion) yang tersusun teratur sesuai dengan bentuk geometris yang umum. Karena hal itu sesuai dengan batasan kristal, maka mineral haruslah kristalin.
Berdasarkan definisi lama, suatu mineral terbentuk oleh proses anorganik. Dalam perkembangannya ternyata mineral tidak harus terbentuk oleh proses anroganik, tetapi lebih tepat jika dikatakan biasanya terbentuk secara anorganik. Sebagai contoh kalsium karbonat cangkang moluska, cangkang kerang dan mutiara yang mungkin terdapat di dalamnya merupakan kristal aragonit yang sama dengan hasil proses anorganik. Tetapi tidak demikian halnya dengan minyak bumi dan batubara, yang biasa disebut dengan mineral fuels sekalipun terbentuk di alam tetapi tidak mempunyai komposisi kimia tertentu ataupun susunan atom yang teratur. Sekalipun demikian dalam hal batubara, akibat panas tinggi yang mengakibatkan penguapan hidrokarbon dan pengkristalan zat yang tersisa, maka dikenal mineral grafit yang berasal dari zat tersisa tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar